MENGGAPAI FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA
Hati : Ada apa wahai pikiranku,sepertinya engkau sedang resah.Kudengar jantungmu berdetak lebih cepat dan kurasakan aliran darahmu lebih deras dari biasanya?
Pikiran: Wahai,hatiku engkau benar adanya.Aku sedang resah dan gelisah.Banyak keragu-raguan dalam diriku,banyak pertanyaan yang belum aku dapatkan jawabannya
Hati : Aku adalah bagian dirimu katakan pada ku apa yang sebenarnya terjadi.Sakitmu,sakitku,resahmu,resahku,dan pertanyaanmu juga pertanyaanku.
Pikiran : Apa tujuan kita hidup?Apa tujuan kita beraktivitas,bersosialisasi dan macam-macam hal yang kita lakukan itu untuk apa?Apakah itu hanya rutinitas semata,terlalu statis untuk hidup ini.
Hati : Mengapa tiba-tiba kau resahkan hal ini?Mana semangatmu yang dulu,mana kehebatan yang selalu kau katakan itu.Ingatkah kau bahwa semua yang dilakukan di hidupmu ini akan selalu berguna.Tidak ada satupun yang tidak berguna,semuanya berguna.Buka pikiranmu,tanyakan padaku hatimu ini dan jangan bohongi dirimu sendiri.Engkau harus lebih belajar melihat sesuatu yang ada yang tidak tampak oleh mata dan yang mungkin ada tapi tidak terlihat.Gunakan aku untuk melihat.Ini adalah pendidikan,dari tidak tahu menjadi tahu,dari tidak bisa menjadi bisa,dari kosong menjadi isi.
Pikiran : Sepertinya aku sudah dapat menangkap maksudmu.Hidup adalah sebuah tindakan untuk membuat pilihan dan melaksanakan pilihan itu dengan sebaik-baiknya.
Hati : Tahukah kamu,dari pertanyaan mu barusan tanpa kau sadari kamu telah berfilsafat.Olah pikirmu itu yang memunculkan pemikiran itu,kemudian olah pikirmu itu juga yang mampu menyimpulkan semua yang telah aku katakan kepadamu.Ingat wadahmu sebagai calon guru,isilah wadahmu itu dengan hal-hal yang berkualitas untuk nantinya isi itu akan kamu tuangkan ke dalam pikiran calon murid-muridmu kelak.
Pikiran : Saya tidak akan menuangkan isi itu ke calon murid-murid saya.Saya akan memberikan bimbingan pada calon murid-murid saya nanti untuk mendapatkan isi untuk wadah mereka dengan usaha dan upaya dari mereka.Hal itu akan lebih berati dan lebih akan meninggalkan kesan yang mendalam.
Hati : Aku sangat senang dengan pernyataan mu itu.Aku tidak bisa menjebak kamu dengan pernyataan-pernyataanku ini.
Pikiran : Memang harus aku akui aku belum bisa lepas dari mitos-mitos yang selalu datang dan hinggap di setiap pikiran-pikiranku.Satu mitos sudah berhasil aku taklukan,akan tetapi datang lagi lebih banyak dan lebih hebat.
Hati : Bertahanlah,kalahkan mereka dengan hati mu.Jangan pernah menyerah atau engkau akan dikuasai mitos-mitosmu itu.Satu lagi pesanku,lewati batas-batas dirimu satu persatu.Berpeganglah pada tatanan dan etika yang sudah ada niscaya engkau akan lebih bisa bijak menghadapi semua cobaan yang akan menghadangmu.
Pikiran : Terimakasih atas masukanmu padaku akan aku laksanakan dengan sebaik-baiknya.Ingatkan aku jika ada jalanku yang salah.Hari ini dimensiku mungkin telah meningkat akan tetapi hidup bukan hanya untuk mencari dimensi yang setinggi-tingginya.Aku tidak mau terlalu ambisius,jalani yang ada dengan baik tanpa memikirkan pamrih.Insya Allah hasilnya akan baik.
Hati : Aku bertanya kepadamu,apa yang akan kamu lakukan jika menjadi guru nanti?Metode apa yang akan kamu pakai apakah sama dengan yang dosenmu selama ini jejalkan ke pikiran-pikiran kamu?
Pikiran : Tidak satupun,aku ingin menciptakan sesuatu yang baru.Akan tetapi,aku juga belum tahu itu apa.Aku merasa sangat bodoh jika harus melakuakn rutinitas pembelajaran yang sudah ada.
Hati : Apakah kamu mampu untuk melakukan itu?apakah kamu mampu untuk meruntuhkan gunung es yang sudah ada sejak lama semakin lama semakin beku,keras dan kokoh.
Pikiran : Kita tidak akan pernah tahu hasilnya jika kita belum pernah mencobanya.Manusia hidup itu terikat dan bergantung kepada pengetahuan atau persepsinya sendiri itulah disebut kenyataan.Tetapi pengetahuan atau persepsi itu sesuatu yang samar bisa juga dikatakan kenyataan itu hanya sebuah illusi.Semua orang hidup dalam asumsi.Dalam artian pengetahuanku saat ini mungkin aku yakini bisa meruntuhkan gunung es itu dan itu juga persepsiku.Itulah kenyataan yang aku rasakan.Meski itu juga bisa di katakana ilussi hanya sebuah mimpiku saja.Tapi aku yakin sebuah mimpi bisa jadi kenyataan.
Hati : Engkau sangat yakin dengan semua jawabanmu itu.Tidakkah takut kecewa jika hal itu tidak dapat engkau laksanakan?
Pikiran : Hanya waktu yang akan menjawabnya dan aku akan tetap berkeras untuk mewujudkan mimpiku.
Hati : Ku doakan engkau raihlah mimpimu,karena dari mimpi sebuah kenyataan bisa direalisasiakan.Selamat berjuang dengan keyakinan dan jangan tinggalkan TUHAN mu kepadaNYA lah engkau bermunajat.
Kamis, 18 Juni 2009
Tugas Akhir Perkuliahan Filsafat Matematika
Diposting oleh haris fadilah di 06.55 0 komentar
Kamis, 28 Mei 2009
hidup adalah memilih atau hidup adalah membuat pilihan?
Hal terbodoh yang pernah aku lakukan adalah saat aku menemukan beberapa pilihan
Aku menginginkan A,akan tetapi B lebih baik,C juga lebih baik.Jika aku pilih A,aku juga ingin B dan C.Akhirnya menghabiskan waktu,dan akhirnya A,B,C tidak satupun yang bisa aku miliki.
Hal itu terulang-ulang lagi,ku temui A,B,C,A,B,C yang lain dan seperti yang sudah-sudah kuhabiskan waktu,dan akhirnya A,B,C tidak satupun yang bisa aku miliki.
Meskipun aku bodoh,aku punya usaha untuk mengurangi kebodohanku ini.
Kutemui hal yang serupa untuk kesekian kalinya. Aku menginginkan A,akan tetapi B lebih baik,C juga lebih baik.Jika aku pilih A,aku juga ingin B dan C.Ku buang semua pilihan ku buat pilihan baru dengan memilih D.Itu lebih baik untukku,sekiranya aku tidak melakukan kebodohan lagi untuk kesekian kalinya.
Jadi apakah hidup adalah pilihan ataukah hidup adalah membuat pilihan?
Mungkin dua-duanya hanya sebuah fase yang harus kita lewati untuk meningkatkan kedewasaan pikiran kita.
Diposting oleh haris fadilah di 15.08 0 komentar
Prinsip
Apa itu prinsip?
Mungkin pegangan hidup yang dipegang seseorang
Menurtmu apa prinsip?
Mungkin bisa dikatakan idealisme
Apakah kamu punya prinsip dan apa prinsip dalam hidupmu?
Prinsipku adalah apa yang diakui oleh pikiran dan di amini oleh hatiku.itu prinsipku
Apakah prinsipmu itu tidak kamu kaitkan dengan orang-orang sekitar kamu.Bagaimana keadaan mereka.apakah tidak terganggu dengan prinsipmu?
Prinsipku bukan sesuatu hal yang kaku,mungkin bisa aku katakan untuk hal-hal yang hubungannya dengan keadaan orang lain bisa aku longgarkan sedikit.
Jadi kamu tidak konsisten dengan prinsip kamu?
Aku konsisten
Buktinya tadi dikatakan bahwa prinsipmu bisa dilonggarkan
Prinsip tetap aku pegang,akan tetapi ada orang lain yang mungkin tidak sejalan dengan prinsipku.Mungkin pemikiran orang tersebut baik juga bagiku.Dan tidak ada salahnya sedikit aku longgarkan,meskipun longgar aku masih memegangnya.
Itu pemikiranmukan?
Ya,itu pemikiranku.Pemikiran orang berbeda-beda dan itu bukan kesalahan.Akan tetapi,pemikiran itu tepat atau tidak tempat dan waktunya.Itulah yang harus lebih dipikirkan
Diposting oleh haris fadilah di 15.05 0 komentar
Sabtu, 23 Mei 2009
SEBUAH PENGAKUAN
Langkah kaki membawa ku pergi,sebuah kekalahan telak hari ini.Mungkin aku pengecut tidak mampu memperjuangkanmu.Bagaikan sebuah pelangi yang datang setelah hujan,dirimu hanya mampu kupandangi tanpa bisa aku miliki.Mungkin aku tidak berlaku adil kepadamu,meninggalkan hati untuk di caci.
Special to nothing and empty
Diposting oleh haris fadilah di 08.41 0 komentar
BATASAN DIRI
aku menikmati hidupku disini,semua tersedia.semua keinginanku tercukupi tanpa kekurangan apapun.bertahun-tahun seumur hidupku kuhabiskan waktuku disini.Sekarang umurku 3 windu kurang 1 tahun.Waktu yang terlalu panjang untuk suatu kebodohan.Semua sudut dimensi ruang yang aku tempati ini telah ku hafal semua sudut-sudutnya,semua isi-isinya aku hafal di luar kepala.Sepanjang hidupku terlalui tanpa sadar,terus berjalan memutar waktu,mengubah sesuatu dari ada menjadi tidak ada dan sebaliknya.Suatu saat pertanyaan muncul di kepalaku
apakah kamu tidak merasa bosan hidup seperti ini,terkekang menempati ruangan yang besar ini akan tetapi jangan membohongi diri sendiri,jujurlah ruangan ini semakin lama semakin sempit bagimu kan?
Benar kata-katamu wahai pikiranku.Aku merasa terkekang tapi aku tidak mau meninggalkan tempat ini.Disini sudah terlalu nyaman bagiku,telah ku habiskan waktuku bertahun-tahun dengan hidup disini.Meskipun aku tidak bisa keluar,akan tetapi disini semua kebutuhanku tercukupi.
Apakah kamu pernah berpikir betapa indah dunia luar,lebih indah daripada yang kamu bayangkan?
Aku tidak mampu menjawab hanya diam.
Pikiranku sedikit terbuka,mencoba untuk jujur pada diri sendiri ternyata ruangan ini memang terlalu sempit dan pengap.Mengapa selama bertahun-tahun ini aku tidak merasakannya?
Bagaimana caranya agar ruangan ini bisa nyaman dan tidak pengap?Barang-barang harus aku simpan ke gudang,dinding-dinding ruangan harus aku runtuhkan agar keadaanya menjadi lebih lapang.Tapi melakukan hal itu bukankah menghabiskan waktu,tenaga dan pikiran?tidak masalah untuk sebuah kenyamanan.Kulakukan semua keinginanku,ruangan ini menjadi lebih lapang tanpa ada ruangan-ruangan.Menjadi tanah lapang yang dibatasi oleh tembok-tembok disetiap sisi-sisinya.Aku sekarang berada di dalam sebuah balok raksasa,tertutup rapat tanpa ada celah sedikitpun.Lebih nyaman seperti ini,lebih lapang.Pandanganku tidak terhalang lagi oleh dinding,sudut pandangku tidak terbatas.Semua sudut ruangan dapat aku lihat dari bermacam-macam arah.Aku nikmati hal ini beberapa tahun.
Pertanyaan itu tiba-tiba muncul lagi”Apakah kamu pernah berpikir betapa indah dunia luar,lebih indah daripada yang kamu bayangkan?”
Dunia luar begitu indah begitu pikiranku berkata.Apakah benar,aku perlu pembuktian dari pertanyaan itu.Apakah selama ini pikiranku terbelenggu oleh mitos-mitosku sehingga tidak menyadari bahwa sebenarnya aku terkurung di dalam batasan-batasan yang ada di dalam diriku?Aku butuh jawaban dari semua pertanyaanku.
Tembok ini kulubangi,terlihat cahaya terang masuk ke dalam ruangan.Ku lihat dari lubang kecil itu,di sana terlihat pemandangan yang indah.Lubang kecil ini tidak akan cukup untuk melihat sesuatu yang lebih indah.Ku lubangi tembok lainnya,begitu seterusnya sehingga dinding-dinding ruangan ku berlubang-lubang.Terlihat disana bermacam-macam pemandangan.Suatu krtika aku ingin keluar dari batasan ini kuruntuhkan dinding pembatas ini.Ku hirup udara kebebasan,kulihat bermacam-macam fenomena,ku alami bermacam-macam kejadian,ku dapatkan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah aku dapatkan.selama ini Pemikiranku telah di batasi oleh diriku sendiri.
Diposting oleh haris fadilah di 08.08 0 komentar
kekecewaan
DIRIKU : Apakah kamu pernah kecewa?
AKU : Pernah,jika keinginanku tidak tercapai aku kecewa
DIRIKU : Definisi kecewa menurtmu apa?
AKU : Sesuatu hal yang tidak kita harapkan dan telah terjadi,itulah kekecewaan
DIRIKU : Jika kamu mengalami kekecewaan apakah kamu pernah berpuas diri atas semua yang telah kamu dapatkan?
AKU : Aku pernah berpuas diri bagiku kekecewaan yang telah aku dapatkan pasti ada hikmah bagiku.Tuhan telah menentukan jalan hidup yang akan aku tempuh.Mungkin bagimu alasanku ini terlalu klise.Dahulu aku juga menganggap kata-kataku barusan hanya sekedar penghiburan diri tentang kekecewaan yang aku rasakan.Akan tetapi,waktu terus berjalan,berjalan dan terus berjalan disanalah ada jawaban yang selama ini aku ragukan.
DIRIKU : Bagaimana cara atau usaha agar sesuatu yang kamu kerjakan tidak berbuah kekecewaan?
AKU : Aku memiliki dua jawaban,jawaban pertama sebelum aku mendapatkan jawaban dari pertanyaanku.Semua akan aku katakan agar kebodohanku ini mengingatkanku.
aku pernah berfikir apapun yang kita lakukan sebagai seorang manusia pastilah tidak akan lepas dari kegagalan yang efeknya adalah kekecewaan.Aku juga memiliki pemikiran untuk mengurangi kekecewaan adalah dengan cara kita jangan terlalu berharap atas semua yang telah dilakukan meskipun sangat dekat dengan pesimis.Itu pemikiranku.Aku juga memiliki pemikiran untuk mencapai kepuasan kita reduksi beberapa keinginan kita.Misalkan,memiliki 10 keinginan reduksi lah 1 keinginan,kita mendapatkan 9 keinginan.1 kekecewaan telah kita lepas.Artinya,jika keinginan kita masih tetap utuh akan tetapi yang didapat hanya 9 sudah pasti akan kecewa. Memiliki 10 keinginan reduksi lah 2 keinginan,kita mendapatkan 8 keinginan.2 kekecewaan telah kita lepas.Artinya,jika keinginan kita masih tetap utuh akan tetapi yang didapat hanya 8 sudah pasti akan kecewa.Begitu dan seterusnya.Sebaliknya jika kita mengurangi keinginan kita dari 10 menjadi 8 dan hasilnya 8 bulat itu yang kita dapatkan bukankah kita sudah berpuas dengan hasil yang dicapai.Akan tetapi pada akhirnya jika keinginan di reduksi terus menerus apa yang bisa didapatkan,hanya kenihilan.Tidak ada yang bisa didapatkan.
Jawaban ke-dua ku adalah Lakukan apa yang mampu dilakukan jangan pernah berfikir “aku mendapat sesuatu jika aku lakukan ini”.Berfikirlah lakukan yang terbaik yang kamu bisa dan lihat efek apa yang akan didapatkan jika hal terbaik telah dilakukan.Itu dapat mengurangi kekecewaan yang mungkin akan kamu dapatkan dibelakang.
DIRIKU : Ada satu lagi pertanyaan,definisi puas menurutmu apa karena aku berfikir batasan antara puas dan kecewa sangat tipis.Mungkin setipis sehelai rambut yang dibagi dengan semua angka yang ada di dunia ini.
AKU : Puas adalah perasaan hati senang dengan apa yang telah seseorang peroleh.Memang batasan antara puas dan kecewa sangat kecil sekali,sangat kecil.Mungkin disini kita puas terhadap apa yang telah didapat akan tetapi di tempat lain di waktu yang sama ada orang lain yang kecewa.Dan itu terus berlanjut,bagai sebuah lingkaran.Tinggal bagaimana kita menempatkan hati untuk menerima semua yang tidak diharapkan menjadi sebuah pembelajaran.Mungkin hanya itu yang bisa ku katakan.
Diposting oleh haris fadilah di 08.06 0 komentar
Kamis, 21 Mei 2009
menggapai kebodohan
Bodoh melakukan tindakan yang jelas-jelas kita tahu itu salah,itu juga disebut dengan kebodohan.
Bodoh melakukan hal-hal yang tidak berguna,itu juga disebut kebodohan
Berkali-kali jatuh pada lobang kesalahan yang sama,itu juga disebut kebodohan
Membohongi diri sendiri,tidak mau menerima kenyataan yang ada itu juga disebut kebodohan
Memandang remeh orang lain,menganggap diri paling pintar itu juga disebut kebodohan
Selalu mengikuti alur yang sudah ada tanpa mau menciptakan sesuatu hal yang benar-benar baru itu juga disebut kebodohan
Menunggu sesuatu hal yang tidak jelas tanpa mau berbuat apa-apa itu juga disebut kebodohan
Berbuat sesuatu tanpa melihat keadaan disekitar kita itu juga disebut kebodohan.
Kesombongan juga disebut kebodohan
Diposting oleh haris fadilah di 18.00 0 komentar
