CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS

Kamis, 18 Juni 2009

Tugas Akhir Perkuliahan Filsafat Matematika

MENGGAPAI FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA

Hati : Ada apa wahai pikiranku,sepertinya engkau sedang resah.Kudengar jantungmu berdetak lebih cepat dan kurasakan aliran darahmu lebih deras dari biasanya?
Pikiran: Wahai,hatiku engkau benar adanya.Aku sedang resah dan gelisah.Banyak keragu-raguan dalam diriku,banyak pertanyaan yang belum aku dapatkan jawabannya

Hati : Aku adalah bagian dirimu katakan pada ku apa yang sebenarnya terjadi.Sakitmu,sakitku,resahmu,resahku,dan pertanyaanmu juga pertanyaanku.

Pikiran : Apa tujuan kita hidup?Apa tujuan kita beraktivitas,bersosialisasi dan macam-macam hal yang kita lakukan itu untuk apa?Apakah itu hanya rutinitas semata,terlalu statis untuk hidup ini.

Hati : Mengapa tiba-tiba kau resahkan hal ini?Mana semangatmu yang dulu,mana kehebatan yang selalu kau katakan itu.Ingatkah kau bahwa semua yang dilakukan di hidupmu ini akan selalu berguna.Tidak ada satupun yang tidak berguna,semuanya berguna.Buka pikiranmu,tanyakan padaku hatimu ini dan jangan bohongi dirimu sendiri.Engkau harus lebih belajar melihat sesuatu yang ada yang tidak tampak oleh mata dan yang mungkin ada tapi tidak terlihat.Gunakan aku untuk melihat.Ini adalah pendidikan,dari tidak tahu menjadi tahu,dari tidak bisa menjadi bisa,dari kosong menjadi isi.

Pikiran : Sepertinya aku sudah dapat menangkap maksudmu.Hidup adalah sebuah tindakan untuk membuat pilihan dan melaksanakan pilihan itu dengan sebaik-baiknya.

Hati : Tahukah kamu,dari pertanyaan mu barusan tanpa kau sadari kamu telah berfilsafat.Olah pikirmu itu yang memunculkan pemikiran itu,kemudian olah pikirmu itu juga yang mampu menyimpulkan semua yang telah aku katakan kepadamu.Ingat wadahmu sebagai calon guru,isilah wadahmu itu dengan hal-hal yang berkualitas untuk nantinya isi itu akan kamu tuangkan ke dalam pikiran calon murid-muridmu kelak.

Pikiran : Saya tidak akan menuangkan isi itu ke calon murid-murid saya.Saya akan memberikan bimbingan pada calon murid-murid saya nanti untuk mendapatkan isi untuk wadah mereka dengan usaha dan upaya dari mereka.Hal itu akan lebih berati dan lebih akan meninggalkan kesan yang mendalam.

Hati : Aku sangat senang dengan pernyataan mu itu.Aku tidak bisa menjebak kamu dengan pernyataan-pernyataanku ini.

Pikiran : Memang harus aku akui aku belum bisa lepas dari mitos-mitos yang selalu datang dan hinggap di setiap pikiran-pikiranku.Satu mitos sudah berhasil aku taklukan,akan tetapi datang lagi lebih banyak dan lebih hebat.

Hati : Bertahanlah,kalahkan mereka dengan hati mu.Jangan pernah menyerah atau engkau akan dikuasai mitos-mitosmu itu.Satu lagi pesanku,lewati batas-batas dirimu satu persatu.Berpeganglah pada tatanan dan etika yang sudah ada niscaya engkau akan lebih bisa bijak menghadapi semua cobaan yang akan menghadangmu.

Pikiran : Terimakasih atas masukanmu padaku akan aku laksanakan dengan sebaik-baiknya.Ingatkan aku jika ada jalanku yang salah.Hari ini dimensiku mungkin telah meningkat akan tetapi hidup bukan hanya untuk mencari dimensi yang setinggi-tingginya.Aku tidak mau terlalu ambisius,jalani yang ada dengan baik tanpa memikirkan pamrih.Insya Allah hasilnya akan baik.

Hati : Aku bertanya kepadamu,apa yang akan kamu lakukan jika menjadi guru nanti?Metode apa yang akan kamu pakai apakah sama dengan yang dosenmu selama ini jejalkan ke pikiran-pikiran kamu?

Pikiran : Tidak satupun,aku ingin menciptakan sesuatu yang baru.Akan tetapi,aku juga belum tahu itu apa.Aku merasa sangat bodoh jika harus melakuakn rutinitas pembelajaran yang sudah ada.

Hati : Apakah kamu mampu untuk melakukan itu?apakah kamu mampu untuk meruntuhkan gunung es yang sudah ada sejak lama semakin lama semakin beku,keras dan kokoh.

Pikiran : Kita tidak akan pernah tahu hasilnya jika kita belum pernah mencobanya.Manusia hidup itu terikat dan bergantung kepada pengetahuan atau persepsinya sendiri itulah disebut kenyataan.Tetapi pengetahuan atau persepsi itu sesuatu yang samar bisa juga dikatakan kenyataan itu hanya sebuah illusi.Semua orang hidup dalam asumsi.Dalam artian pengetahuanku saat ini mungkin aku yakini bisa meruntuhkan gunung es itu dan itu juga persepsiku.Itulah kenyataan yang aku rasakan.Meski itu juga bisa di katakana ilussi hanya sebuah mimpiku saja.Tapi aku yakin sebuah mimpi bisa jadi kenyataan.

Hati : Engkau sangat yakin dengan semua jawabanmu itu.Tidakkah takut kecewa jika hal itu tidak dapat engkau laksanakan?

Pikiran : Hanya waktu yang akan menjawabnya dan aku akan tetap berkeras untuk mewujudkan mimpiku.

Hati : Ku doakan engkau raihlah mimpimu,karena dari mimpi sebuah kenyataan bisa direalisasiakan.Selamat berjuang dengan keyakinan dan jangan tinggalkan TUHAN mu kepadaNYA lah engkau bermunajat.

0 komentar: